Slice of Life

Karang, Ombak, Nebula, Bintang

08.02

Dalam diam aku menghitung bintang di malam
Tak sebanyak hari yang kuhitung denganmu di angan

Kugurat sebongkah nebula di angkasa
Tak seindah sakit yang kurasa untukmu

Debur rinai ombak berderak desah merdu
Tak semerdu nada sunyi nyanyian laraku

Karang masih menantang tegar di lepas laut
Kenapa pula aku tak kuasa tegar untukmu

Karang, Ombak, Nebula, Bintang
Bagai dariku, diriku untukmu

     tepat di ujung februari, pesisir kondang merak
     *puisi yg di request salah satu teman saya*
     special thanks to Salman Al-Faruq :)


Slice of Life

07.52

Aku berhenti sejenak, kemudian memejamkan mata.  

Lalu aku menemukan dunia, dan aku mulai berpikir.. 

Bahwa di dalam pencarian, kadangkala terjadi, membuka mata sama dengan menipu diri sendiri, membuat diri sendiri teralih oleh keindahan-keindahan yang nampak, oleh bentuk-bentuk yang dapat disentuh. 

Mungkin kita membuka mata terlalu lebar, kita berjalan terlalu jauh, dan ternyata kita tidak menemukan apa-apa. 

Mungkin, apa yang kita cari adalah apa yang sedang kita hadapi. 

Atau mungkin juga, apa yang selama ini kita tunggu, adalah apa yang selama ini bersama kita.

Slice of Life

Manusia Tercinta

23.47


Dunia ini membeku, seperti perasaanku yang mulai membeku. Membeku karena berdiri di puncak kegelisahan. Kegelisahan demi kegelisahan terakumulasi menjadi sebuah mimpi buruk. Imajinasi itu menerobos ke dalam perasaan yang terdalam,lalu menarik diriku ke titik dasar terendah kehidupan. 

Seperti apa takdir itu? Aku tidak tahu. Aku hanya mempercayainya seperti aku percaya kepada 5 lainnya. Tapi ketakutan akan takdir adalah sesuatu yang manusiawi bukan? Goresan demi goresan telah aku lalui, dan saat ini adalah puncak dari segalanya. Sulit untuk mengendalikan perasaan. Bahkan mengendalikan air mata sekalipun sangat sulit untuk saat ini. 

Aku di beritahu oleh manusia tercinta tentang hal-hal yang luar biasa, bahkan lebih luar biasa dari imajinasi terliarku. Semua tentang persahabatan dan cinta. Kisah tentang persahabatan yang lebih berharga dari darah atau apapun, dan aku yakin itu akan berbuah kekekalan yang indah. Bagaimana tidak? Manusia itu bercerita tentang persahabatan dengan linangan air mata haru yang tulus.  Kapan aku bisa meneladaninya? Aku sangat berharap, aku bisa meneladani  sepenuhnya sebelum Dia pergi jauh, walaupun bisa saja aku yang pergi jauh terlebih dahulu. 


Like us on Facebook

Flickr Images